3 Makanan Penyebab Radang Usus Buntu yang Harus Dihindari

Apendisitis atau yang lazim disebut usus buntu ialah peradangan yang terjadi pada usus besar di sisi kanan bawah perut. Orang dengan penyakit ini ditandai dengan mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, sakit perut tiba-tiba, demam dan perut kekenyangan. Jenis makanan tertentu tak bisa langsung menyebabkan gejala. Tapi, daftar makanan dibawah ini bisa meningkatkan risiko apendisitis. Berikut ini sebagian makanan yang menyebabkan peradangan pada usus buntu.

Makanan Penyebab Radang Usus Buntu

Apabila penderita bergerak, bernapas dalam, batuk dan bersin, hal itu akan menimbulkan rasa sakit di perut kanan bawah yang merupakan pertanda buruk. Apabila seorang wanita mengalami hal ini, ia akan merasakan sakit di perut bagian atas sebab posisi usus buntu yang tinggi. Nah, salah satu pemicu utama untuk apendisitis ialah makanan. Makanan apa yang menyebabkan apendisitis? Berikut ialah sebagian makanan ini:

1. Makanan Pedas

Makanan pedas yang menyebabkan apendisitis ialah cabai atau cabai. Dalam jangka panjang, biji capai yang tidak hancur bisa menyumbatan usus, yang akhirnya akan menyebabkan radang usus buntu. Efek makanan pedas itu sendiri tak terlalu kelihatan. Tapi, cabai ialah salah satu penyebab sakit perut dan gangguan pencernaan. Perlu diingat! Gangguan pencernaan ialah gejala awal apendisitis.

Rasa sakit sebab apendisitis umumnya berbeda dari nyeri perut. Kecuali rasa sakit di perut kanan bawah, penyakit ini juga menyebabkan rasa sakit parah di tulang dada dan tempat pusar, disertai dengan rasa mual. Apabila gejala tersebut disebabkan seringnya mengkonsumsi makanan pedas, sebaiknya kurangi mengkonsumsi makanan pedas dari sekarang.

2. Makanan Kurang Serat

Penyebab apendisitis lainnya ialah makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, namun kurang serat (rendah serat). Jenis makanan ini sering disebut sebagai junk food. Makanan ini ialah penyebab tak langsung dari apendisitis, sebab bisa menyebabkan sembelit. Sembelit merupakan gejala susah buang air besar yang disebabkan oleh tinja yang mengeras, sehingga tak bisa menuju anus dengan lancar.

Karenanya, makanan dengan kandungan serat yang tinggi menjadi amat penting. Beberapa makanan tinggi serat yang dianjurkan ialah sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

3. Makanan Belum Dikunyah

Makanan yang tersumbat ialah salah satu penyebab apendisitis. Jangan meremehkannya, sebab potongan-potongan kecil makanan bisa menghalangi rongga sekitar usus buntu. Ini bisa menyebabkan pembengkakan dan menimbulkan nanah. Makanan tersumbat itu dapat memicu bakteri berkembang biak dalam radang usus buntu. Apabila tak ditangani dengan benar, peradangan ini bisa menyebabkan usus buntu pecah, sehingga kuman akan menyebar ke seluruh tubuh.

Itulah beberapa makanan yang perlu dihindari karena bisa menyebabkan apendisitis. Untuk mengetahui makanan lain yang menyebabkan peradangan usus buntu, Anda bisa berkonsulatasi kepada dokter. Apabila Anda mengalami gejala peradangan usus buntu, segera lakukan perawatan. Karena jika tidak diatasi, hal tersebut bisa memicu komplikasi yang mampu mengancam jiwa.

Beri Komentar

Lebih baru Lebih lama