6 Macam Penyebab Keguguran Pada Wanita Hamil

Keguguran atau Spontaneous Abortion merupakan sesuatu yang bisa dengan mudah terjadi pada wanita hamil muda atau selama trimester pertama kehamilan. Jadi apa yang bisa menyebabkan keguguguran? Simak penjelasannya dibawah ini!

Berbagai Macam Penyebab Keguguran pada Wanita Hamil

Pertanyaan pertama yang muncul pada banyak pasangan yang sudah mengalami keguguran ialah "Kenapa?". Pada kebanyakan kasus, apalagi keguguran dini, akan sangat sulit untuk menyimpulkan penyebabnya.

Walaupun banyak pasangan yang mengalami keguguran menyalahkan dirinya, kenyataannya ialah mereka mungkin tak melakukan sesuatu yang menyebabkan keguguran. Berdasarkan Asosiasi Kehamilan Amerika, penyebab keguguran yang paling umum ialah kelainan genetika embrio.

Selain itu, terdapat berbagi hal lain yang juga bisa menjadi penyebabnya, seperti tiroid, diabetes, gangguan sistem imun, penyalah gunaan obat-obatan, dan lain sebagainyanya. Adapan berbagai penyebab keguguran pada wanita hamil yaitu:

1. Kelainan Kromosom

Berdasarkan March of Dimes, sekitar 70% keguguran pada trimester satu dan 20% keguguran pada trimester dua disebabkan oleh kelainan genetika pada bayi dalam kandungan. Selama pembuahan, sel sperma dan sel telur masing-masing mempunyai 23 kromosom yang kompleks. apabila terjadi kesalahan kecil bisa saja menimbulkan gangguan genetika atau kromosom.

Lapisan palsu yang disebabkan oleh kelainan kromosom lebih acap kali pada wanita hamil berusia di atas 35 tahun. Stephanie Zobel, seorang Dokter Seandainya di Rumah Sakit Winnie Palmer, mengatakan umur dan umur sel telor wanita lahir.

2. Gangguan Tiroid

Baik berupa hipotiroidisme (hormon tiroid rendah) atau hipertiroidisme (hormon tiroid tinggi), penyakit tiroid bisa menyebabkan situasi sulit infertilitas atau menyebabkan keguguran berulang. Karena fungsi tiroid wanita itu lemah, tubuh akan berupaya mengimbanginya dengan memproduksi hormon yang bisa mencegah ovulasi.

Sebaliknya, tiroid yang memproduksi hormon berlebih bisa mengganggu kemampuan estrogen. Ini bisa membuat rahim tak nyaman untuk implantasi dan menyebabkan perdarahan uterus tak normal.

3. Diabetes

Diabetes yang tak terkendali pada trimester pertama bisa meningkatan resiko keguguran dan cacat lahir. Karenanya, bagi wanita dengan riwayat diabetes, harap berkonsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan.

4. Hormon Tidak Seimbang

Kadang-kadang tingkat hormon progesteron pada wanita tidak cukup, sedangkan itu amat dibutuhkan oleh lapisan rahim agar mampu menopang bayi dalam kandungan dan menahan plasenta.

5. Masalah Fsik

Penyebab keguguran yang kurang lazim ialah masalah fisik pada wanita, sebagai berikut:

  • Fibroid rahim, bisa mengganggu implantasi atau aliran darah ke bayi dalam kandungan.
  • Sebagian wanita dilahirkan dengan septum rahim, anomali rahim langka yang meningkatkan resiko keguguran.
  • Terdapat jaringan parut di rahim akibat operasi atau aborsi. Jaringan bekas luka ini mencegah sel telur tertanam dengan benar dan menghalangi aliran darah ke plasenta.

Sebelum kehamilan, dokter bisa memeriksa kelainan (anomali) pada rahim dengan menggunakan sinar-X khusus. Kebanyakan kasus bisa diobati dengan pendeteksian awal, hal ini juga berguana untuk mengurangi resiko keguguran.

6. Penggunaan Obat-obatan

Gaya hidup buruk bisa menyebabkan keguguran, misalnya kecanduan narkoba, alkohol dan mengisap rokok selama kehamilan. Optimalisasi kesehatan dengan menjaga gaya hidup sehat selama kehamilan mampu mengurangi resiko keguguran.

Dalam banyak kasus, keguguran tak dapat dihindari, terutama gangguan kromosom yang tak sesuai. Walau begitu, dokter senantiasa bisa memberikan saran pada Anda supaya dapat memaksimalkan kesehatan sebelum kehamilan untuk mengurangi resiko keguguran.

Sekitar 2-3 bulan sebelum memutuskan hamil, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter, agar memperoleh vaksin yang dibutuhkan, serta jangan lupa untuk mengkonsumsi vitamin prenatal seperti suplemen asam folat.

Beri Komentar

Lebih baru Lebih lama